Showing posts with label kepribadian. Show all posts
Showing posts with label kepribadian. Show all posts
Friday, December 2, 2016
menetahuai KEPRIBADIAN ANAK
menetahuai KEPRIBADIAN ANAK
menetahuai KEPRIBADIAN ANAK
A. Ciri ciri pada masa awal kanak kanak
Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang yang membedakanya dengan ciri ciri lain dalam rentang kehidupan, demikian halnya dengan cirri cirri tertentu dari periode awal masa kanak kanak, ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan olehg orank tua, pendidik dan ahli psikologi
B. Macam macam perkembangan pada masa awal kanak kanak
Perkembangan fisik
Tinggi
Berat
Perbandingan tubuh
Postur tubuh
Tulang danotot
Lemak
gigi
2. Keterampilan
Keterampilan khusus
o Keterampilan tangan
o Keterampilan kaki
o Pilihan penggunaan tangan
3. Kemajuan berbicara
Peningkatan Dalam Pengertian
Peningkatan Dalam Keterampilan Berbicara
Isi Pembicaraan
Jumlah Bicara
Faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara
Intelegensi
Jenis disiplin
Posisi urutan
Besarnya keluarga
Status social ekonomi
Status ras
Berbahasa dua
Penggolongan peran seks
Emosi
a. Pola-pola emosi yang umum
b. Bermacam-macam pola emosi
Emosi yang umum pada masa awal kanak kanak
Amarah
Takut
Cemburu
Ingin tahu
Iri hati
Gembira
Sedih
Kasih sayang
Kepribadian
Dengan berjalannya periode awal masa kanak kanak, anak semakin banyak berhubungan dengan teman teman sebayanya, baik di lingkungan tetangga, di lingkungan pra sekolah atau di pusat perawatan anak. Sikap dan cara teman teman memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep diri, pengaruh mana dapat mendorong atau melawan dan bertentangan dengan pengaruh pengaruh dari keluarga.
Moral
Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip tentang benar dan salah. Ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti peraturan karena tidak mengerti manfaat sebagai anggota kelompok sosial.
C. SOSIALISASI PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
a. Pola sosialisasi awal
Antara usia dua dan tiga tahun, anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial dengan mereka. Ini dikenal dengan bermain sejajar atau bermain sendiri-sendiri, tidak bermain dengan anak-anak lain.
Perkembangan berikutnya adalah bermain asosiatif dimana anak terliba dalam kegiatan yang menyerupai kegiatan anak-anak lain. Dengan meningkatnya kontak sosial, anak terlibat dalam bermain kooperatif, dimana ia menjadi anggoa kelompok dan saling berinteraksi.
Pola perilaku social dan tidak sosial
1. sosial
Meniru
Persaingan
Simpati
Kerja sama
Empati
Dukungan social
Membagi
Perilaku akrab
2. Pola tidak social
Negativisme
Agresif
Perilaku berkuasa
Memikirkan diri sendiri
Mementingkan diri sendiri
Merusak
Pertentangan seks
Prasangka
D. BERMAIN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
Bermacam-macam minat bermain
Ada bermacam-macam dalam pola ini, misalnya anak yang sangat cerdas lebih menyukai permainan sandiwara, kegiatan yang kreatif dan buku-buku yang memberikan informasi daripada buku-buku yang bersifat hiburan. Dalam hal kontruksi, anak membuat model yang lebih mejemuk dan orisinil dari pada anak yang kurang pandai.
Pola bermain pada masa awal kanak kanak :
1. Bermain dengan mainan
2. Dramatitasi
3. Konstruksi
4. Permainan
5. Film, Radio dan Televisi
E. KATEGORI KONSEP UMUM YANG BERKEMBANG SELAMA MASA AWAL KANAK-KANAK
Kehidupan
Kematian
Fungsi tubuh
Ruang
Berat
Bilangan
Waktu
Diri sendiri
Keindahan
Kesadaran sosial
Kelucuan
F. DISIPLIN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
Ada tiga unsur penting dalam disiplin, peraturan dan hukuman yang berfungsi sebagai pedoman bagi penilain yang baik, hukuman bagi pelanggaran peraturan hukum dan hadiah untuk perilaku yang baik atau usaha untuk berperilaku sosial yang baik. Selama awal masa kanak-kanak yang harus ditekankan adalah aspek pendidikan dari disipilin dan hukuman hanya diberikan kalau terbukti anak-anak mengerti apa yang diharapkan dan terlebih lagi kalau dia melanggar harapan-harapan ini. Cara untuk meningkatkan keinginan anak-anak untuk belajar berprilaku sosial yang baik adalah untuk memberikan hadiah.
Jenis disiplin pada awal masa kanak kanak
1. Disiplin otoriter
Dalam disiplin yang bersifat otoriter, orang tua dan pengasuh yang lain menetapkan peratuan dan memberitahukan anak bahwa ia harus mematuhi peraturan tersebut.
2. Disiplin lemah
Filsafat yang mendasari disiplin ini adalah bahwa melalui akibat dari perbuatannya sendiri anak akan blajar bagaimana berperilaku secara sosial. Dengan demikian dengan demikian anak tidak diajarkan peraturan-peraturan, ia tidak dihukum karena sengaja melanggar peraturan, juga tidak ada hadiah bagi anak yang berprilaku sosial yang baik.
3. Disiplin demokratis
Dalam disiplin yang demokratis hukuman diseuaikan dengan kejahatan dalam arti diusahakan agar hukuman yang diberikan berhubungan dengan kesalahanya. Penghargaan terhadap usaha untuk menyesuaikan dengan harapan sosial yang tercakup dalam peraturan diperlihatkan melalui pemberian hadiah terutama dalam bentuk pujiab dan pengakuan sosial.
G. MINAT PADA AWAL MASA KANAK KANAK
Minat pada agama
Minat pada tubuh manusia
Minat pada diri sendiri
Minat pada seks
Minat terhadap pakaian
H. PENGGOLONGAN PERAN SEKS
Dalam perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai 2 aspek penting dari penggolongan peran seks, belajar bagimana melakukan peran seks yang tepat dan menerima kenyataan bahwa ia harus menyesuaikan kenyataan dengan stereotip peran-seks yang disetujui kalau ingin mendapatkan penilaian social dan juga penilaian social yang baik. Timbulnya kegagalan akan menyulitkan penyesuaian diri dengan kelompok teman temanya sekalipun sangat penting dalam kehidupan anak social yang lebih besar.
I. HUNGAN KELUARGA PADA MASA AWAL KANAK KANAK
1. Hubungan Orang Tua Anak
Perubahan perubahan dalam hubungan orang tua anak yang di mulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Kondisi yang menyebabkan perubahan hubungan orang tua anak
1. Perubahan pada anak
2. Perubahan sikap orang tua
3. Konsep orang tua tentang anak yang baik
4. Konsep kekanak- kanakan tentang orang tua yang baik
5. Orang tua kesayangan
6. Lebih menyukai orang luar
2. Hubungan dengan Saudara
Pertengkaran antar saudara memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak. Dari pertengkaran ini anak menemukan bahwa anak anak lain ada yang mau dan ada yang tidak mau memberikan toleransi dan anak belajar bagaimana menjadi seorang ksatria yang kalah dan juga menjadi seorang pemenang yang baik. Anak tunggal tidak mengalami pertengkaran antar saudara dan memperoleh perhatian yang tidak terbagi dari orang tua, sehingga ia kurang mempunyai pengalaman belajar sosial.
3. Hubungan dengan sanak keluarga
Hubungan yang kurang baik antara anak dengan sanak keluarga menimbulkan dua akibat. Pertama, anak ingin menghindari hubungan dengan sanak keluarga. Kedua, kalau anak mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan dengan salah satu keluarga, ia juga cengerung menghuindari semua sanak saudara yang tingkat usianya sama.
J. KEBAHAGIAAN SELAMA AWAL MASA KANAK KANAK
Sebagaimana dengan setiap usia, kebahagiaan dalam masa awal kanak kanak bergantung sebagian pada kejadian yang menimpa anak, seperti kehilangan teman dan pecahnya keluarga, dan sebagian bergantung pada kondisi kondisi dalam diri anak sendiri, seperti cacat fisik yang menghambat dirinya melakukan apa yang dilakukan oleh teman teman seusia atau gagal mencapai tujuan yang ditetapkan sendiri.
a. Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan
Kesehatan yang baik yang memungkinkan anak menikmati apa pun yang ia lakukan dan berhasil dalam melakukannya.
Lingkungan yang merangsang di mana anak memperoleh kesempatan untuk menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin.
Perilakunya yang kekanak kanakan dan mengganggu diterima oleh orang tua dan bimbingan orang tua dalam belajar berperilaku secara sosial.
K. BAHAYA PADA AWALMASA KANAK-KANAK
a. Bahaya Fisik
b. Bahaya psikologis
Bahaya dalam berbicara.
c. Bahaya emosional
d. Bahaya social
e. Bahaya bermain
f. Bahaya dalam perkembangan konsep.
g. Bahaya moral
h. Bahaya dalam penggolongan peran-seks.
i. Bahaya dalam hubungan keluarga
A. Ciri ciri pada masa awal kanak kanak
Salah satu ciri tertentu masa bayi merupakan ciri khas yang yang membedakanya dengan ciri ciri lain dalam rentang kehidupan, demikian halnya dengan cirri cirri tertentu dari periode awal masa kanak kanak, ciri ini tercermin dalam sebutan yang biasanya diberikan olehg orank tua, pendidik dan ahli psikologi
B. Macam macam perkembangan pada masa awal kanak kanak
Perkembangan fisik
Tinggi
Berat
Perbandingan tubuh
Postur tubuh
Tulang danotot
Lemak
gigi
2. Keterampilan
Keterampilan khusus
o Keterampilan tangan
o Keterampilan kaki
o Pilihan penggunaan tangan
3. Kemajuan berbicara
Peningkatan Dalam Pengertian
Peningkatan Dalam Keterampilan Berbicara
Isi Pembicaraan
Jumlah Bicara
Faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara
Intelegensi
Jenis disiplin
Posisi urutan
Besarnya keluarga
Status social ekonomi
Status ras
Berbahasa dua
Penggolongan peran seks
Emosi
a. Pola-pola emosi yang umum
b. Bermacam-macam pola emosi
Emosi yang umum pada masa awal kanak kanak
Amarah
Takut
Cemburu
Ingin tahu
Iri hati
Gembira
Sedih
Kasih sayang
Kepribadian
Dengan berjalannya periode awal masa kanak kanak, anak semakin banyak berhubungan dengan teman teman sebayanya, baik di lingkungan tetangga, di lingkungan pra sekolah atau di pusat perawatan anak. Sikap dan cara teman teman memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep diri, pengaruh mana dapat mendorong atau melawan dan bertentangan dengan pengaruh pengaruh dari keluarga.
Moral
Perkembangan moral pada awal masa kanak-kanak masih dalam tingkat yang rendah. Hal ini disebabkan karena perkembangan intelektual anak-anak belum mencapai titik dimana ia dapat mempelajari atau menerapkan prinsip-prinsip tentang benar dan salah. Ia juga tidak mempunyai dorongan untuk mengikuti peraturan karena tidak mengerti manfaat sebagai anggota kelompok sosial.
C. SOSIALISASI PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
a. Pola sosialisasi awal
Antara usia dua dan tiga tahun, anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial dengan mereka. Ini dikenal dengan bermain sejajar atau bermain sendiri-sendiri, tidak bermain dengan anak-anak lain.
Perkembangan berikutnya adalah bermain asosiatif dimana anak terliba dalam kegiatan yang menyerupai kegiatan anak-anak lain. Dengan meningkatnya kontak sosial, anak terlibat dalam bermain kooperatif, dimana ia menjadi anggoa kelompok dan saling berinteraksi.
Pola perilaku social dan tidak sosial
1. sosial
Meniru
Persaingan
Simpati
Kerja sama
Empati
Dukungan social
Membagi
Perilaku akrab
2. Pola tidak social
Negativisme
Agresif
Perilaku berkuasa
Memikirkan diri sendiri
Mementingkan diri sendiri
Merusak
Pertentangan seks
Prasangka
D. BERMAIN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
Bermacam-macam minat bermain
Ada bermacam-macam dalam pola ini, misalnya anak yang sangat cerdas lebih menyukai permainan sandiwara, kegiatan yang kreatif dan buku-buku yang memberikan informasi daripada buku-buku yang bersifat hiburan. Dalam hal kontruksi, anak membuat model yang lebih mejemuk dan orisinil dari pada anak yang kurang pandai.
Pola bermain pada masa awal kanak kanak :
1. Bermain dengan mainan
2. Dramatitasi
3. Konstruksi
4. Permainan
5. Film, Radio dan Televisi
E. KATEGORI KONSEP UMUM YANG BERKEMBANG SELAMA MASA AWAL KANAK-KANAK
Kehidupan
Kematian
Fungsi tubuh
Ruang
Berat
Bilangan
Waktu
Diri sendiri
Keindahan
Kesadaran sosial
Kelucuan
F. DISIPLIN PADA AWAL MASA KANAK-KANAK
Ada tiga unsur penting dalam disiplin, peraturan dan hukuman yang berfungsi sebagai pedoman bagi penilain yang baik, hukuman bagi pelanggaran peraturan hukum dan hadiah untuk perilaku yang baik atau usaha untuk berperilaku sosial yang baik. Selama awal masa kanak-kanak yang harus ditekankan adalah aspek pendidikan dari disipilin dan hukuman hanya diberikan kalau terbukti anak-anak mengerti apa yang diharapkan dan terlebih lagi kalau dia melanggar harapan-harapan ini. Cara untuk meningkatkan keinginan anak-anak untuk belajar berprilaku sosial yang baik adalah untuk memberikan hadiah.
Jenis disiplin pada awal masa kanak kanak
1. Disiplin otoriter
Dalam disiplin yang bersifat otoriter, orang tua dan pengasuh yang lain menetapkan peratuan dan memberitahukan anak bahwa ia harus mematuhi peraturan tersebut.
2. Disiplin lemah
Filsafat yang mendasari disiplin ini adalah bahwa melalui akibat dari perbuatannya sendiri anak akan blajar bagaimana berperilaku secara sosial. Dengan demikian dengan demikian anak tidak diajarkan peraturan-peraturan, ia tidak dihukum karena sengaja melanggar peraturan, juga tidak ada hadiah bagi anak yang berprilaku sosial yang baik.
3. Disiplin demokratis
Dalam disiplin yang demokratis hukuman diseuaikan dengan kejahatan dalam arti diusahakan agar hukuman yang diberikan berhubungan dengan kesalahanya. Penghargaan terhadap usaha untuk menyesuaikan dengan harapan sosial yang tercakup dalam peraturan diperlihatkan melalui pemberian hadiah terutama dalam bentuk pujiab dan pengakuan sosial.
G. MINAT PADA AWAL MASA KANAK KANAK
Minat pada agama
Minat pada tubuh manusia
Minat pada diri sendiri
Minat pada seks
Minat terhadap pakaian
H. PENGGOLONGAN PERAN SEKS
Dalam perkembangan pola ini, anak diharapkan menguasai 2 aspek penting dari penggolongan peran seks, belajar bagimana melakukan peran seks yang tepat dan menerima kenyataan bahwa ia harus menyesuaikan kenyataan dengan stereotip peran-seks yang disetujui kalau ingin mendapatkan penilaian social dan juga penilaian social yang baik. Timbulnya kegagalan akan menyulitkan penyesuaian diri dengan kelompok teman temanya sekalipun sangat penting dalam kehidupan anak social yang lebih besar.
I. HUNGAN KELUARGA PADA MASA AWAL KANAK KANAK
1. Hubungan Orang Tua Anak
Perubahan perubahan dalam hubungan orang tua anak yang di mulai sejak tahun kedua masa bayi berlangsung terus selama awal masa kanak kanak dan biasanya dalam tingkat yang lebih cepat.
Kondisi yang menyebabkan perubahan hubungan orang tua anak
1. Perubahan pada anak
2. Perubahan sikap orang tua
3. Konsep orang tua tentang anak yang baik
4. Konsep kekanak- kanakan tentang orang tua yang baik
5. Orang tua kesayangan
6. Lebih menyukai orang luar
2. Hubungan dengan Saudara
Pertengkaran antar saudara memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak. Dari pertengkaran ini anak menemukan bahwa anak anak lain ada yang mau dan ada yang tidak mau memberikan toleransi dan anak belajar bagaimana menjadi seorang ksatria yang kalah dan juga menjadi seorang pemenang yang baik. Anak tunggal tidak mengalami pertengkaran antar saudara dan memperoleh perhatian yang tidak terbagi dari orang tua, sehingga ia kurang mempunyai pengalaman belajar sosial.
3. Hubungan dengan sanak keluarga
Hubungan yang kurang baik antara anak dengan sanak keluarga menimbulkan dua akibat. Pertama, anak ingin menghindari hubungan dengan sanak keluarga. Kedua, kalau anak mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan dengan salah satu keluarga, ia juga cengerung menghuindari semua sanak saudara yang tingkat usianya sama.
J. KEBAHAGIAAN SELAMA AWAL MASA KANAK KANAK
Sebagaimana dengan setiap usia, kebahagiaan dalam masa awal kanak kanak bergantung sebagian pada kejadian yang menimpa anak, seperti kehilangan teman dan pecahnya keluarga, dan sebagian bergantung pada kondisi kondisi dalam diri anak sendiri, seperti cacat fisik yang menghambat dirinya melakukan apa yang dilakukan oleh teman teman seusia atau gagal mencapai tujuan yang ditetapkan sendiri.
a. Beberapa kondisi penting yang mendukung kebahagiaan
Kesehatan yang baik yang memungkinkan anak menikmati apa pun yang ia lakukan dan berhasil dalam melakukannya.
Lingkungan yang merangsang di mana anak memperoleh kesempatan untuk menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin.
Perilakunya yang kekanak kanakan dan mengganggu diterima oleh orang tua dan bimbingan orang tua dalam belajar berperilaku secara sosial.
K. BAHAYA PADA AWALMASA KANAK-KANAK
a. Bahaya Fisik
b. Bahaya psikologis
Bahaya dalam berbicara.
c. Bahaya emosional
d. Bahaya social
e. Bahaya bermain
f. Bahaya dalam perkembangan konsep.
g. Bahaya moral
h. Bahaya dalam penggolongan peran-seks.
i. Bahaya dalam hubungan keluarga
Go to link download
Labels:
anak,
kepribadian,
menetahuai
Thursday, September 22, 2016
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DEWASA
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DEWASA
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DEWASA
Kepribadian
Koswara (1991) dalam pengertian sehari-hari kepribadian adalah "Bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi individu lain".
Maramis (1999)-Kepribadian adalah "Keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus-menerus terhadap hidupnya".
Teori Perkembangan Manusia
Teori Perkembangan Psikoseksual Freud
Teori Perkembangan Psikososial Erikson
Teori Kebutuhan Manusia Maslow
Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Teori Perkembangan Moral Kohlberg
I. Teori Perkembangan Psikoseksual Freud
Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan mind apparatus, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.
Id (das es) adalah system kepribadian biologis yang asli, berisikan sesuatu yang telah ada sejak lahir. Id memiliki prinsip kerja yang serba mengejar kenikmatan (pleasure principle) dan cenderung bersifat rasional, primitive, impulsive, dan agresif.
Ego (das ich) adalah aspek psikologis kepribadian yang timbul karena kebutuhan organisme memerlukan transaksi dengan kenyataan obyektif. Ego mengikuti prinsip kenyataan (reality principle) yang bersifat rasional-logis.
Super ego (das ueber ich) adalah aspek-aspek sosiologis kepribadian yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dan cita-cita luhur. Ia mencerminkan yang ideal bukan riil, mengejar kesempurnaan dan bukan kenikmatan.
II. Teori Perkembangan Psikososial Erikson
Berdasarkan pada 4 konsep utama:
tahapan perkembangan (8 tahapan)
tujuan dan tugas perkembangan
krisis psikososial
proses koping
III. Teori Kebutuhan Manusia Maslow
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Kebutuhan Sosial
Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan Aktualisasi Diri
IV. Teori Perkembangan
Kognitif Piaget
Kognitif dalam konteks ilmu psikologi sering didefinisikan secara luas mengenai kemampuan berpikir dan mengamati, suatu perilaku yang mengakibatkan seseorang memperoleh pengertian atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengertian.
Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:
1. Periode sensorimotor (usia 02 tahun)
2. Periode praoperasional (usia 27 tahun)
3. Periode operasional konkrit (usia 711 tahun)
4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
V. Teori Perkembangan
Moral Kohlberg
Tingkat premoral (prekonvensional) : lahir sampai 9 tahun
Tingkat moralitas konvensional : 9-13 tahun
Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai meninggal
Pengertian Masa Dewasa
Ø Istilah adult berasal dari kata kerja Latin, seperti juga istilah adolescene adolescere yang berarti tumbuh menjadi kedewasaan.
Ø Akan tetapi, kata adult berasal dari bentuk lampau partisipel dari kata kerjaadultus yang berarti telah tumbuh mnjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa.
Ø Oleh karena itu,orang dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhanya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya.
Ø Setiap kebudayaan membuat pembedaan usia kapan seseorang mencapai status dewasa secara resmi.
Ciri-ciri Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini sebagai masa pengaturan
Masa Dewasa Dini sebagai Usia Produktif
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Bermasalah
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Ketegangan Emosional
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Keterasingan Sosial
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Komitmen
Masa Dewasa Dini Sing Merupakan Masa Ketergantungan
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Perubahan Nilai
Masa Dewasa Dini Sebagai Masa Penyesuaian Diri Dengan CaraHidup Baru
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Kreatif
Perkembangan Masa Dewasa Berdasarkan Teori Perkembangan Manusia
I. Perkembangan Erikson ( Psikososial )
ü dewasa muda, membangun komitmen sehingga timbulah
ü keintimanapabila tidak mampu membangun komitmen anak akan mengalami isolasi
ü perilaku positif: menunjukan kemampuan untuk komitmen terhadap diri sendiri dan orang lain,
ü memiliki kemampuan untu mencintai dan bekerja
II. Perkembangan Freud
Tahapan genital dimana dalam tahap ini mencoba mencari posisi atau mencari jabatanya dan menunjukkan kemandiriannya.
III. Perkembangan Kohlberg
Perkembangan moral tingkat pasca konvensional.
Tugas Perkembangan Masa Dewasa Dini
Tugas-tugas perkembangan masa dewasa dini dipusatkan pada harapan-harapan masyarakat dan mencakup mendapatkan suatu pekerjaan, memilih seorang teman hidup, belajar hidup bersama dengan suami atau istri membentuk suatu keluarga,membesarkan anak-anak,mengelola sebuah rumah tangga,menerima tanggung jawab sebagai warga Negara dan bergabung dalam suatu kelompok sosial yang cocok.
Bantuan untuk Menguasai Tugas-tugas Perkembangan
Efisiensi Fisik
Kemapuan Motorik
Kemampuan Mental
Motivasi
Model peran
Hambatan dalam Penguasaan Tugas Perkembangan
Dasar yang Kurang Memadai
Hambatan Fisik
Latihan yang Tidak Runtut
Perlindungan yang Berlebihan
Pengaruh Kelompok Teman Sebaya
Aspirasi yang Tidak Realistik
Kepribadian
Koswara (1991) dalam pengertian sehari-hari kepribadian adalah "Bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi individu lain".
Maramis (1999)-Kepribadian adalah "Keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus-menerus terhadap hidupnya".
Teori Perkembangan Manusia
Teori Perkembangan Psikoseksual Freud
Teori Perkembangan Psikososial Erikson
Teori Kebutuhan Manusia Maslow
Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Teori Perkembangan Moral Kohlberg
I. Teori Perkembangan Psikoseksual Freud
Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan mind apparatus, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id, ego dan super ego.
Id (das es) adalah system kepribadian biologis yang asli, berisikan sesuatu yang telah ada sejak lahir. Id memiliki prinsip kerja yang serba mengejar kenikmatan (pleasure principle) dan cenderung bersifat rasional, primitive, impulsive, dan agresif.
Ego (das ich) adalah aspek psikologis kepribadian yang timbul karena kebutuhan organisme memerlukan transaksi dengan kenyataan obyektif. Ego mengikuti prinsip kenyataan (reality principle) yang bersifat rasional-logis.
Super ego (das ueber ich) adalah aspek-aspek sosiologis kepribadian yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dan cita-cita luhur. Ia mencerminkan yang ideal bukan riil, mengejar kesempurnaan dan bukan kenikmatan.
II. Teori Perkembangan Psikososial Erikson
Berdasarkan pada 4 konsep utama:
tahapan perkembangan (8 tahapan)
tujuan dan tugas perkembangan
krisis psikososial
proses koping
III. Teori Kebutuhan Manusia Maslow
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Kebutuhan Sosial
Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan Aktualisasi Diri
IV. Teori Perkembangan
Kognitif Piaget
Kognitif dalam konteks ilmu psikologi sering didefinisikan secara luas mengenai kemampuan berpikir dan mengamati, suatu perilaku yang mengakibatkan seseorang memperoleh pengertian atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengertian.
Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:
1. Periode sensorimotor (usia 02 tahun)
2. Periode praoperasional (usia 27 tahun)
3. Periode operasional konkrit (usia 711 tahun)
4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
V. Teori Perkembangan
Moral Kohlberg
Tingkat premoral (prekonvensional) : lahir sampai 9 tahun
Tingkat moralitas konvensional : 9-13 tahun
Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai meninggal
Pengertian Masa Dewasa
Ø Istilah adult berasal dari kata kerja Latin, seperti juga istilah adolescene adolescere yang berarti tumbuh menjadi kedewasaan.
Ø Akan tetapi, kata adult berasal dari bentuk lampau partisipel dari kata kerjaadultus yang berarti telah tumbuh mnjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa.
Ø Oleh karena itu,orang dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhanya dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya.
Ø Setiap kebudayaan membuat pembedaan usia kapan seseorang mencapai status dewasa secara resmi.
Ciri-ciri Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini sebagai masa pengaturan
Masa Dewasa Dini sebagai Usia Produktif
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Bermasalah
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Ketegangan Emosional
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Keterasingan Sosial
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Komitmen
Masa Dewasa Dini Sing Merupakan Masa Ketergantungan
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Perubahan Nilai
Masa Dewasa Dini Sebagai Masa Penyesuaian Diri Dengan CaraHidup Baru
Masa Dewasa Dini sebagai Masa Kreatif
Perkembangan Masa Dewasa Berdasarkan Teori Perkembangan Manusia
I. Perkembangan Erikson ( Psikososial )
ü dewasa muda, membangun komitmen sehingga timbulah
ü keintimanapabila tidak mampu membangun komitmen anak akan mengalami isolasi
ü perilaku positif: menunjukan kemampuan untuk komitmen terhadap diri sendiri dan orang lain,
ü memiliki kemampuan untu mencintai dan bekerja
II. Perkembangan Freud
Tahapan genital dimana dalam tahap ini mencoba mencari posisi atau mencari jabatanya dan menunjukkan kemandiriannya.
III. Perkembangan Kohlberg
Perkembangan moral tingkat pasca konvensional.
Tugas Perkembangan Masa Dewasa Dini
Tugas-tugas perkembangan masa dewasa dini dipusatkan pada harapan-harapan masyarakat dan mencakup mendapatkan suatu pekerjaan, memilih seorang teman hidup, belajar hidup bersama dengan suami atau istri membentuk suatu keluarga,membesarkan anak-anak,mengelola sebuah rumah tangga,menerima tanggung jawab sebagai warga Negara dan bergabung dalam suatu kelompok sosial yang cocok.
Bantuan untuk Menguasai Tugas-tugas Perkembangan
Efisiensi Fisik
Kemapuan Motorik
Kemampuan Mental
Motivasi
Model peran
Hambatan dalam Penguasaan Tugas Perkembangan
Dasar yang Kurang Memadai
Hambatan Fisik
Latihan yang Tidak Runtut
Perlindungan yang Berlebihan
Pengaruh Kelompok Teman Sebaya
Aspirasi yang Tidak Realistik
Go to link download
Labels:
dewasa,
kepribadian,
perkembangan
Subscribe to:
Posts (Atom)