Showing posts with label hilangkan. Show all posts
Showing posts with label hilangkan. Show all posts

Wednesday, November 2, 2016

Hilangkan Rasa Panas Di Tangan Akibat Cabe

Hilangkan Rasa Panas Di Tangan Akibat Cabe





Beberapa orang suka menikmati makan nasi bersama sambal dengan menggunakan tangan. Namun setelah itu, ada rasa terbakar yang tertinggal pada tangan. Penyebabnya adalah capsaicin, senyawa pada cabai yang membuatnya pedas.

Lantas bagaimana cara untuk menghilangkan rasa terbakar yang tertinggal pada tangan akibat cabe? Temukan jawabannya berikut ini.

Sabun cuci piring
Segera cuci tangan dengan sabun dan air hangat saat merasakan tangan Anda seperti terbakar akibat cabai. Jika perlu, gosok jari-jari Anda dengan sikat agar sabun cuci bisa membersihkan tangan dengan sempurna.

Spirtus
Sebenarnya, Anda juga bisa menggunakan alkohol. Namun jika tidak memilikinya, gunakan spirtus yang mengandung 85 persen alkohol untuk mencuci tangan yang terasa terbakar akibat cabai.

Saus tomat
Cara yang satu ini agak membuang-buang saus tomat. Sebab Anda harus merendam tangan pada saus tomat selama 15 menit sebelum mencucinya dengan bersih.

Garam
Lumuri tangan yang terbakar dengan garam. Setelah itu bilas dan cuci tangan dengan sabun cuci piring. Kalau masih belum hilang, coba gunakan spirtus atau alkohol untuk membersihkannya.

Susu
Produk susu seperti susu cair atau yogurt berkhasiat menetralkan asam dari cabai. Jadi Anda juga bisa menggunakannya untuk menghilangkan rasa terbakar pada tangan akibat cabai.

Ketika Anda merasa tangan mulai terbakar akibat cabai, jangan sampai menggosokkannya pada wajah apalagi mata. Sementara jika ingin menghindari kondisi ini, hindari makan sambal dengan tangan atau gunakan sarung tangan saat mengiris cabai.

Go to link download

Read more »

Monday, September 12, 2016

hilangkan bau mulut 5 menit

hilangkan bau mulut 5 menit













Proses metabolisme tubuh selama bulan puasa memungkinkan munculnya persoalan bau mulut. Meski wajar, tak ada salahnya jika Anda mencoba menangkalnya dengan mengambil manfaat beragam bahan alami. 

Karena bau mulut orang berpuasa bernilai pahala, sebagian orang tidak terlalu memedulikannya. Soal benarkah bau mulut cenderung meningkat pada masa puasa daripada hari biasa, sejauh ini belum ada jawaban pasti. 

Cara paling mudah untuk meredam bau mulut tentu saja rajin membersihkan gigi, terlebih setelah makan . Parahnya, kebiasaan ini juga tidak mudah bagi sebagian orang. Banyak orang malas gosok gigi, malah langsung tidur lagi. Padahal, setelah 30 menit tak makan, keasaman mulut akan meningkat karena sisa asam tidak diangkat. 

Untuk menetralkan bau mulut sekaligus membuat napas lebih bersahabat selama berpuasa, Anda bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami berikut ini. 

Cengkeh kurangi peradangan 
Dalam jurnal tanaman obat Indonesia tahun 2005 disebutkan bahwa cengkih memiliki kandungan minyak asiri (15-20 persen) dan eugenol (60). Minyak asiri ini dikembangkan oleh beberapa produsen jamu nasional sebagai bahan baku untuk ramuan tolak angin atau sebagai peluruh gas dalam perut atau masalah pencernaan lainnya. 

Minyak cengkih mampu memperbaiki fungsi lambung sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Selain itu, minyak cengkih diyakini mampu mengurangi peradangan, khususnya yang terjadi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan sebagai salah satu pemicu timbulnya bau mulut. 

Untuk mendapatkan khasiatnya sebagai obat kumur penangkal bakteri bau mulut, berikut cara meramunya: 

Ambil 3-5 bunga cengkih. Seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur. 

Cara lain, ambil beberapa butir cengkih kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur. 

Sirih kaya asiri 
Daun sirih dijadikan bahan utama untuk menginang karena dianggap dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, dan menghentikan perdarahan gusi. Tradisi masyarakat itu menggelitik para ilmuwan untuk membuktikan khasiat daun sirih secara klinis. 

Dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) terungkap, minyak asiri dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar. 

Cara meramu: Cuci bersih beberapa lembar daun sirih lalu direbus dengan 1,5 gelas air. Setelah dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi. 

Ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah sahur. 

Go to link download

Read more »